Menikmati KeIndahan Pantai Nampu


Pantai Nampu merupakan pantai paling populer di Wonogiri, jadi bagi kamu pecinta wisata pantai, tidak adil rasanya ketika berkunjung ke Wonogiri namun tidak mampir ke Pantai Nampu. Selain menawarkan pemandangan yang sangat indah, wisata Wonogiri satu ini juga terbilang cukup unik lho. Sebenarnya Pantai Nampu terdiri dari 3 pantai yang terpisahkan oleh bukit karst, dari ketiga pantai ini, pantai utama merupakan lokasi favorit yang sering dikunjungi wisatawan. Bukan tanpa alasan, selain aksesnya paling mudah, pemandangan yang ditawarkan di Pantai Nampu bagian utama juga sangat indah. Pantai Nampu bagian utama ini adalah yang memiliki garis pantai paling panjang. Sedangkan untuk menuju ke bagian pantai lainnya kita harus trekking melalui jalan setapak terlebih dahulu untuk sampai di lokasi. Pantai Nampu memiliki ombak yang cukup besar, sehingga sedikit berbahaya jika kita ingin berenang, agar lebih aman cukup bermain di pinggir pantai saja ya. Walaupun begitu, kita tetap bisa menikmati jernihnya air laut di Pantai Nampu kok.

Pantai Nampu Wonogiri tak hanya menawarkan keindahan alam saja, di objek wisata satu ini kita juga bisa melihat indahnya sunrise dan sunset lho. sunset di pantai nampu. foto Jadi apabila kamu mencari spot untuk melihat sunrise atau sunset di Wonogiri, Pantai Nampu salah satu lokasi keren yang tak boleh kamu lewatkan. Semakin populernya Pantai Nampu, kini sudah mulai dibangun berbagai fasilitas penunjang yang kian memanjakan pengunjung. Setelah puas berkeliling, kamu bisa beristirahat di warung-warung atau gazebo pinggir pantai sambil menikmati es kelapa muda. Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Menurut informasi dari masyarakat sekitar, awalnya tanah di daerah Pantai Nampu hingga Pantai Sembukan merupakan miliki masyarakat setempat. Tapi pada tahun 1979 terjadi pembelian tanah besar-besaran oleh Perusahaan Batik Keris dengan cara paksa dan tanpa adanya tawar menawar. Agar terlaksananya pembelian tersebut, aparat keamaan pada masa itu ikut andil membantu dengan menyebarkan isu kalau tanah tersebut dibeli Pemerintah. Hingga akhirnya pada saat pembayaran, terungkaplah jika ternyata tanah di Pantai Nampu hingga Pantai Sembukan bukan dibeli Pemerintah, melainkan Perusahaan Batik Keris. pemandangan pantai nampu dari kejauhan. Dibalik sejarahnya yang kurang menyenangkan bagi masyarakat sekitar, ternyata kini Pantai Nampu malah menjadi salah satu icon wisata.

Iklan

Sewa Mobil Jogja No 1 Dengan Driver Yang Ramah

Sewa mobil di kota Yogyakarta untuk harian, mingguan, bulanan hingga tahunan dengan keluaran terbaru . Big Daya Mulia trans adalah penyediaRental Mobil Jogja merupakan solusi yang tepat bagi anda. Kami menyediakan sewa mobil dengan supir pariwisata berpengalaman yang akan memberikan kepuasaan saat melakukan perjalanan. Berbagai kendaraan seperti City Car, Mpv, Mini bus sampai luxury car bisa anda pilih dalam segala kegiatan seperti wisata,event perusahaan, pernikahan, juga menyediakan patwal,maupun kegiatan dinas dengan harga yang terjangkau.

Pesona Pantai Krakal Gunung Kidul Yang Memikat Wisatawan

Lokasinya sekitar 37 kilometer arah selatan kota Wonosari. Pantai Krakal merupakan objek wisata pantai yang memiliki luas serta paling panjang bila dibandingkan dengan pantai Gunung Kidul lainnya. Tidak jauh dari pantai Krakal Yogyakarta terdapat destinasi wisata pantai Drini, berjarak 2 kilometer disebelah timur. Salah satu tempat wisata Gunung Kidul ini masih satu jalur dengan wisata pantai Baron Jogja dan pantai Kukup.

pantai krakal

Pasir pantai Krakal berjenis pasir putih, ditambah dengan bebatuan karang pada tepi sepanjang pantai. Hal semacam itu begitu cocok bagi wisatawan yang merindukan dengan kesegaran angin dan panorama laut. Wisata krakal beach memiliki beragam biota laut yang amat menggoda di pinggiran pantai. Untuk berburu biota laut, wisatawan dapat menggunakan alat bantu jaring kecil yang biasanya di jual oleh pedagang sekitar area pantai.

Sejarah Pantai Krakal

Sejarah unik dialami oleh pantai Krakal, terbentuk pantai seperti itu melalui berbagai proses alam yang panjang. Kata penduduk sekitar, pantai pulang syawal berada dibawah dasar laut. Lantaran terjadi proses alam pengangkatan kerak bumi, sehingga dasar laut dapat menuju ke permukaan hingga menjadi daratan.

Daratan pantai terbentuk karena pengangkatan dasar laut, sehingga muncul pantai dengan sebutan pantai Krakal Wonosari. Pantai pulang syawal memiliki keunikan pada jumlah batu karang yang bertebaran di pantai, dimana dahulu batu karang tersebut merupakan habitat asli bagi ikan di dasar laut.

Fasilitas Wisata

Apabila anda beruntung ketika berkunjung ke wisata pantai Krakal, maka anda akan disuguhkan dengan berbagai atraksi hiburan yang biasanya digelar di panggung terbuka.

Pantai Krakal memiliki dua batu hitam yang menjulang tinggi keatas sebagai pembatas dengan pantai lain. Pada kedua batu tersebut memiliki permukaan sangat subur maka tidak heran apabila pada permukaan dua batu ditumbuhi oleh bermacam tumbuhan laut. Diantara kedua karang besar tersebut wisatawan dapat menikmati panorama alam pantai dengan mengunjungi gazebo yang telah disediakan oleh pengelolah wisata.

gazebo pantai krakal

Menikmati salah satu tempat wisata Gunung Kidul krakal beach tidak akan lengkap apabila anda tidak bermalam di lokasi wisata. Apabila anda ingin bermalam di objek wisata Krakal, telah disediakan fasilitas umum hotel melati dengan harga terjangkau. Wisatawan pun mudah untuk mendapatkan makan seafood, disana terdapat rumah makan yang khusus menjual menu masakan laut.

Seperti halnya wisata pantai lain, pantai Krakal Gunung Kidul memberikan berbagai panorama alam yang dapat mendamaikan hati dan pikiran. Ketika perjalanan menuju objek wisata, para wisatawan akan disugguhkan berbagai pemandangan bukit kapur serta bongkahan batu karang menjadi pemandangan nan indah. Bebatuan di sepanjang perjalanan kiri dan kanan jalan menuju objek wisata ini lah disebut dengan daerah Karst.

kuliner pantai krakal

Wisata pantai pulang syawal sering memiliki kontur alam yang relatif rendah sehingga cahaya matahari memancar menyinari cakrawala pantai. Pasir putih bagi permadani memanjang di tepian pantai.

Wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas menyenangkan di pantai Krakal. Terdapat banyak pilihan aktivitas, anda dapat bermain dengan air ombak laut sepanjang bibir pantai yang menyambung terus hingga lautan Australia. Hal tersebut mengindikasi bahwa sebuah aktivitas yang sangat langkah dapat anda lakukan yang bertempat tinggal jauh dari keindahan pantai.

Selain bermain ombak pantai, pantai Krakal menawarkan berbagai aktivitas menyenangkan lainnya. Diantaranya seperti berburu ikan hias di pinggiran pantai, bermain sepak bola pantai, bermain layang layang dengan memanfaatkan luasnya bibir pantai yang sangat panjang, kira kira panjang pantai Krakal sekitar 40.000 meter.

pantai krakal siang hari

Wisatawan tidak perlu bingung untuk mencari penginapan seperti hotel. Sebab sekitar pantai menjadi objek wisata pantai yang menyediakan banyak penginapan hotel. Harga di tawarkan hotel pantai krakal Gunung Kidul bervariasi mulai dari paling murah yakni 50.000 pada hari hari biasa, atau dapat mencapai 500.000 jika pada hari libur. Sewa kamar lantas mengikuti tipe penginapan dan fasilitas ditawarkan.

Apabila dirasa anda tidak kebagian penginapan pantai Krakal dikarenakan telah penuh, maka sebaiknya anda mencari penginapan di pantai Sadranan. Atau lebih banyak lagi penginapan, ada daerah pantai Indrayanti.

jembatan pantai krakal

Rata rata warung makan, di darah pantai Krakal menyuguhkan makanan dengan menu berbagai ikan laut atau menu masakan dengan lauk lainnya. Salah satu kuliner rekomendasi untuk wisatawan, seperti rempeyek terbuat dari umbal. Umbal merupakan binatang laut menempel pada bebatuan karang di pantai.

Seperti wisata lain, pantai Krakal telah menyediakan toilet umum bagi wisatawan. Biaya toilet pun bervariasi tergantung kebutuhan mulai 2.000 hingga 4.000 rupiah, bisa dikatakan sebagai donasi kebersihan.

Top Selfie Kragilan Tempat Spot Foto Yang Cocok Untuk Liburan

Kota Sejuta Bunga selama ini dikenal dengan kemegahan candi Borobudurnya. Tapi perlu kamu ketahui, magelang juga memiliki sejumlah tempat wisata alam lain yang tak kalah menarik. Selain spot underwater di Magelang, kota getuk ini juga memiliki wisata hutan pinus yang kece banget. Namanya adalah hutan pinus kragilan yang berada di lereng Gunung Marbabu. Oleh sebab itu tempat ini begitu sejuk dan masih begitu asri jauh dari polusi kendaraan. Top Selfie Pinusan Kragilan sudah menghiasi timeline media sosial setahun belakangan ini. Tempat ini selalu saja menjadi destinasi favorit para anak muda terutama yang doyan berswafoto. Wajar saja, karena di lokasi top selfie pinus kragilan banyak spot spot foto yang super kece.

Pesona Pantai Timang Yang Menarik Perhatian Wisatawan

image

Pantai Timang Gunungkidul merupakan salah satu pantai yang tersebar di wilayah Gunungkidul. Perjalanan untuk menuju pantai ini sangat menantang. Jalan untuk menuju ke pantai ini sangat terjal dan berbatu. Pantai Timang memiliki pemandangan yang sangat menawan dengan pasir putih yang terhampar bersih disepanjang pesisir pantai ini. Tumbuhan pandan berderet tumbuh subur disekitar pantai ini menambah keindahan panorama Pantai Timang Gunungkidul ini. Pengunjung pantai ini belum sebanyak pantai lainnya yang sudah terkenal sebelumnya sehingga bila anda perhatikan suasana di pantai ini masih terkesan alami.

Kereta Gantung Di Pantai Timang

image

Pantai Timang Gunungkidul ini sebenarnya dibagi menjadi dua areal yang berbeda, pada bagian pertama berada di sebelah Timur yang merupakan pantai dengan pasir yang berwarna putih bersih sama dengan kebanyakan pantai putih lainnya. Sedangkan pada bagian kedua yang berada pada sisi bagian Barat berupa perbukitan batu-batuan yanng cukup terjal yang berbatasan langsung dengan laut. Pada pantai berbatu ini pemandangan akan sangat indah karena terdapat batu yang cukup besar berdiri kokoh di pinggir pantai. Batu besar atau pulau tersebut dikenal dengan nama Batu Panjang atau Pulau Panjang dan Pulau Timang.

Kereta Gantung Gunungkidul

Pulau Timang Gunungkidul memang bukan pulau seperti pada umumnya yang berupa sebidang tanah dengan pesisir yang berpasir. Pulau ini tidak lebih berupa bongkahan batu karang yang besar dengan tebing yang sangat curam. Untuk mencapai Pulau Timang ini wisatawan harus menggunakan semacam gantole tradisional atau kereta gantung yang terbuat dari kayu dan bambu yang dirangkai dengan tambang tali plastik yang sangat kuat sehingga dapat menopang berat badan dari seseorang dan selanjutnya ditarik oleh beberapa orang sehingga gantole tersebut akan bergerak ke arah Pulau Timang.

Jarak luncur dari gantole ini sekitar 50-100 me kearah barat dari Pantai Timang. Dibutuhkan mental yang kuat bila ingin mencoba menyeberang kesana, karena sepanjang jarak tersebut anda akan meluncur sendirian menaiki gantole diatas lautan yang dalam dengan ombak yang besar.

Dibalik kerasnya perjuangan menuju kesana, ternyata Pulau Timang tempat yang paling baik untuk mencari hasil laut. Masyarakat setempat sering menggunakan kereta gantung ini menuju Pulau Timang untuk mencari hasil laut yang banyak terdapat di sana terutama Lombster. Hasil laut berupa Lobster yang memiliki nilai jual yang tinggi inilah yang membuat mayarakat setempat sampai rela bersusah payah dan berjuang untuk menuju kesana dengan medan berbahaya untuk mendapatkan hasil tangkapan tersebut.

Lokasi Pantai Timang Gunungkidul

Pedukuhan Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan TepusKabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rute untuk menuju Pulau Timang Gunungkidul

Perjalanan dari Yogyakarta menuju Pantai Timang memakan waktu sekitar 3 jam. Jarak dari kota Wonosari sampai sampai Pulau Timang sekitar 35 km. Wonosari – menuju ke arah Pantai Baron – Pertigaan Mulo – menuju ke arah Pantai Siung – Pasar Dakbong – jalanan berbatu

WISATA BERSEJARAH CANDI RATU BOKO

image

Sejarah candi ratu boko – Indonesia punya sejarah panjang, banyak bukti mengenai itu. Mulai dari jaman kerajaan-kerajaan hindu dan budha sampai jaman kemerdekaan. Banyak sisa-sisa kejayaan masa lalu yang bisa kita lihat sampai saat ini. Candi ini merupakan peninggalan masa lalu yang masuk dalam situs warisan cagar budaya. Sangat berkaitan erat dengan Candi Borobudur dan Candi Prambanan, meskipun ketenarannya memang masih unggul kedua candi tersebut. Namun, banyak keunikan yang tersimpan dari situs peninggalan sejarah ini.

Benarkah Ratu Boko ini sebenarnya bukanlah candi? Benarkah Ratu Boko merupakan reruntuhan istana raja Mataram? Benarkah Ratu Boko merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Hindu?

Mari kita simak Sejarah candi ratu boko berikut. Candi Ratu Boko adalah sebuah situs peninggalan bersejarah yang berupa reruntuhan bangunan menyerupai candi. Bangunan ini sangat penting peranannya dalam perkembangan sejarah dinasti Hindu di Indonesia terutama di Jawa. Candi Ratu Boko atau Candi Boko faktanya bukan benar-benar merupakan sebuah candi, tapi sebenarnya adalah sebuah istana atau keraton. Itulah kenapa Ratu Boko juga sering disebut sebagai Keraton Ratu Boko dalam Sejarah candi ratu boko

Sejarah Candi Ratu Boko Dan Misterinya

Candi Ratu Boko berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di desa Dawung dan Desa Sambireja. Lokasinya berada di sebelah timur Kota Yogyakarta kurang lebih 19 kilometer, dan berada di sebelah selatan Candi Prambanan yang sangat terkenal dengan legenda Roro Jonggrang-nya, kurang lebih 3 kilometer. Selain itu lokasinya juga sangat dekat dengan beberapa candi Hindu lainnya seperti Candi Kalasan, Candi Sewu, Candi Plaosan, Candi Sambisari, dan beberapa candi lainnya. Dan reruntuhan Ratu Boko ini juga berada di atas puncak sebuah bukit yang tingginya kurang lebih 200 meter.

Sejarah Candi Ratu Boko

Dalam sejarah candi ratu boko nama Ratu Boko atau yang sebagian orang menulisnya Ratu Baka memiliki sedikit sejarah atau legenda. Nama Istana ratu Boko atau Keraton Ratu Boko diberikan pada reruntuhan situs ini karena diyakini bahwa ini adalah keraton dari seorang raja Mataram bernama Ratu Boko. Ratu Boko diyakini adalah ayah dari Roro Jonggrang yang ada dari legenda atau dongeng kisah cerita Roro Jonggrang

.Serkilas tentang sejarah candi ratu boko, situs yang juga peninggalan kerajaan mataram kuno ini bermula dari seorang belanda bernama H.J. De Graff. Pada abad ke 17 ia mencatat bahwa orang-orang Eropa yang datang ke Jawa telah menginformasikan adanya peninggalan sejarah purbakala. Mereka menerangkan bahwa telah ditemukan reruntuhan bangunan istana di Bokoharjo. Berdasarkan sejarah kerajaan Mataram kuno pada abad ke-8, Ratu Boko telah digunakan oleh dinasti Syailendra (Rakai Panangkaran) jauh sebelum zaman raja Samaratungga (pendiri Borobudur) dan Rakai Pikatan (Pendiri Prambanan). Sedangkan kisah lain yaitu kisah Prabu Boko yang berkembang sebagai cerita rakyat kuno tanah Jawa juga menyebutkan telah ditemukannya reruntuhan bangunan istana pada jaman masuknya agama Hindu persis ditempat yang dicatat oleh seorang Belanda tersebut. Namun, kutipan kisah Mas Ngabehi Purbawidjaja dalam Serat Babad Kadhiri mungkin yang lebih jelas menggambarkan keberadaan candi Ratu Boko yang dipenuhi pesona mistis didalamnya, begini ringkasnya:

“Alkisah pada suatu ketika, bertahtalah seorang Raja yang bernama Prabu Dewatasari di Kraton Prambanan, namun banyak diantara rakyatnya yang menyebut juga bahwa Raja Prambanan adalah Prabu Boko, seorang Raja yang ditakuti karena konon menurut cerita, Prabu Boko gemar makan daging manusia. Ternyata, sesungguhnya Prabu Boko adalah seorang perempuan, yaitu permaisuri Raja Prambanan yang bernama asli Prabu Prawatasari. Prabu Boko adalah perempuan titisan raksasa yang bernama Buto Nyai, meski demikian, kecantikannya tidak ada yang menandingi di wilayah Jawa Tengah kala itu. Karena postur badannya yang tinggi melebihi rata-rata tinggi orang dewasa di masa itu, maka dia juga mendapat nama alias atau julukan Roro Jonggrang. Setelah melahirkan putranya, Prabu Boko mempunyai kebiasaan memakan daging manusia. Dan karena perbuatannya tersebut, sang Raja Prabu Dewatasari murka dan mengusir permaisurinya meninggalkan istana. Kepergian sang permaisuri meninggalkan luka bagi Raja dan putranya yang masih bayi. Akhirnya dibuatlah patung dari batu yang menyerupai istrinya yang kini dikenal dengan Roro Jonggrang”.

Sumber lain yang bisa menjelaskan sejarah candi ratu boko yaitu dari Prasasti Abhayagiri Wihara yang berangka tahun 792 M yang ditemukan di situs Ratu Boko. Dalam prasasti ini menyebut seorang tokoh bernama Tejahpurnapane Panamkarana atau Rakai Panangkaran (746-784 M), serta menyebut suatu kawasan wihara di atas bukit yang dinamakan Abhyagiri Wihara yang kalau diartikan ke bahasa Indonesia kira-kira bermakna “biara di bukit yang bebas dari bahaya”. Dalam sejarah candi ratu boko dituliskan bahwa Rakai Panangkaran mengundurkan diri sebagai Raja karena menginginkan ketenangan rohani dan memusatkan pikiran pada masalah keagamaan, salah satunya dengan mendirikan wihara yang bernama Abhayagiri Wihara pada tahun 792 M. Rakai Panangkaran menganut agama Buddha demikian juga bangunan tersebut disebut Abhayagiri Wihara adalah berlatar belakang agama Buddha, sebagai buktinya adalah adanya Arca Dyani Buddha. Tapi anehnya ditemukan pula unsur–unsur agama Hindu di situs Ratu Boko Seperti adanya Arca Durga, Ganesha dan Yoni.

Baca Juga : Wisata Sejarah Goa Jepang

Baca Juga : Wisata Air Terjun Telogo Muncar

Baca Juga : Wisata Tebing Breksi

Lebih lanjut mengenai sejarah candi ratu boko, kelihatannya setelah selang waktu beberapa lama, kompleks ini kemudian diubah menjadi keraton dilengkapi benteng pertahanan bagi raja bawahan (vassal) yang bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni. Menurut prasasti Siwagrha tempat ini disebut sebagai kubu pertahanan yang terdiri atas tumpukan beratus-ratus batu oleh Balaputra. Bangunan di atas bukit ini dijadikan kubu pertahanan dalam pertempuran perebutan kekuasaan di kemudian hari. Karena keunikannya, susah juga kan sebenarnya kalau mengira-ira digunakan untuk apa sejatinya bangunan itu dulunya hanya dengan melihat eksistensinya saat ini, tapi penjelasan di atas semoga bisa memberi bayangan tanda tanya besar itu.

Indahnya Arsitektur/Ornamen Istana Ratu Boko

Candi Boko atau Candi Ratu Boko berada pada lokasi seluas 250.000 meter persegi, dan diatas puncak bukit. Istana Ratu Boko memiliki banyak sekali bagian bangunan, namun sayangnya saat ini hanya tinggal puing dan reruntuhan yang menyisakan beberapa bekas bangunan.

1. Gerbang Utama Candi Ratu Boko

Gerbang masuk ke Candi Boko ada di area sebelah barat candi. Gerbang ini terdiri dari 2 gerbang, yaitu gerbang luar yang berukuran kecil dan gerbang dalam yang besar dan merupakan gerbang utama Candi Ratu Boko. Gapura luar terdiri dari 3 gapura paduraksa yang berjajar. Sedangkan gapura dalam atau gapura utama terdiri dari 5 gapura paduraksa. Pada gapura utama terdapat tulisan Panabwara Hal ini mengacu pada nama Rakai Panabwara yaitu keturunan dari Rakai Panangkaran yang juga menguasai istana Ratu Boko ini

2.Candi Batu Kapur atau Batu Putih

Berada di sebelah timur laut berupa sebuah pondasi yang terbuat dari batu kapur. Bagian atasnya yang sudah tidak bersisa diperkirakan terbuat dari bahan kayu yang gampang sekali hancur.

3.Candi Pembakaran Dan Sumur Suci

Bangunan ini yang bakal Anda lihat pertama kali setelah masuk gerbang. Ada di sebelah kiri. Terbuat dari batuan andesit dan memiliki panjang 22,60 m , lebar 22,33 m dan tinggi 3,82m. Candi ini dinamakan Pembakaran karena ditemukan abu bekas pembakaran di situs candi Pembakaran. Ukuran sumurnya 2,30m x 1,80m, kedalaman airnya pada musim kering 2m. Dalam Sejarah candi ratu boko Pada zaman dahulu orang-orang menggunakan air dari sumur suci untuk upacara keagamaan di candi Pembakaran dan air dari sumur tersebut dipercaya membawa keberuntungan bagi siapa saja yang menggunakannya. Para pemeluk agama Hindu menggunakan air dari sumur tersebut untuk perayaan Tawur Agung (sehari sebelum Nyepi) untuk menyucikan diri

4. Paseban

Terdiri dari 2 Batur. Paseban timur memiliki panjang 24,6m , lebar 13,3 m , serta tinggi 1,16 m. Sedangkan Paseban barat memiliki panjang 24,42 m , lebar 13,34 m dan tinggi 0,8 m. Kedua paseban tersebut didirikan saling berhadapan antara satu dengan lainnya, namun demikian belum diketahui secara pasti fungsi paseban tersebut. Nama Paseban berdasarkan pada sebuah analogi istana diwaktu yang sesungguhnya, dalam Sejarah candi ratu boko paseban merupakan sebuah ruang tunggu bagi siapa saja yang hendak menemui raja atau tempat penghadapan

5. Pendopo

Pagarnya memiliki panjang 40,80 m , lebar 33,90 m , dan tinggi 3,45 m. Bagian dasar dan atapnya terbuat dari batuan andesit namun bagian tubuhnya terbuat dari batuan halus kapus halus. Ada 2 batur di dalam pagar , batur bagian utara memilik panjang 20,57 m , lebar 20,49 m, dan tinggi 1,43 m. Batur bagian selatan di Pringgitan, memiliki panjang 20,50 , lebar 7,04 m dan tinggi 1,51 m. Kedua batur tersebut terhubung pada sebuah lorong yang terbuat dari batuan andesit. Diatas atap batur terdapat 24 umpak dan masih ada 12 umpak di Pringgitan. Pendopo dalam Sejarah candi ratu boko merupakan bangunan pusat yang memiliki tiang-tiang yang terbuat dari kayu. Karena tiang, tembok, dan atap terbuat dari bahan yang mudah rusak maka hanya tiang yang terbuat dari batu yang masih utuh sedangkan bagian bangunan yang terbuat dari kayu sudah termakan usia.

6. Keputren/Kolam

Kompleks kolam terbagi menjadi 2 bagian, bagian utara dan bagian selatan. Kedua bagian dipisahkan oleh sebuah dinding penyekat dan terhubung oleh sebuah pintu. Kompleks dinding penyekat dan terhubung oleh sebuah pintu. Kompleks bagian utara berbentuk persegi. Terdiri dari 7 kolam ( 5 kolam besar dan 2 kolam kecil) , sedangkan kompleks bagian selatan terdiri dari 28 kolam (14 kolam besar berbentuk bulat , 13 kolam kecil berbentuk bilat dan 1 kolam berbentuk kotak). Dalam Sejarah candi ratu boko kolam-kolam ini sigunakan untuk berendam atau renang-renang ceria.

7.Gua

Merupakan 2 buah bangunan berupa lubang dari batu berbentuk persegi. Yang pertama adalah Gua Lanang (Gua Laki-laki) berbentuk ceruk persegi dengan ukuran lebar 3,7 meter, tinggi 1,3 meter, dan kedalaman 2,9 meter. Gua Lanang berada di bagian timur laut dari Paseban. Sedangkan yang satu lagi adalah Gua Wadon (Gua Puteri) juga berupa ceruk persegi dengan ukuran & lebar 3 meter, tinggi 1,3 meter, dan kedalaman 1, 7 m. Gua Wadon lebih kecil dan berada di sebelah tenggara Paseban.

Sampai dengan saat ini memang belum ada bukti sejarah (Sejarah Candi Ratu Boko) yang sangat akurat yang dapat mendeskripsikan fungsi utama dari Istana Ratu Boko. Namun berdasarkan dari beberapa penemuan dan juga bentuk dan lokasi Candi Ratu Boko, membuat para ahli yakin bahwa tempat ini memang tadinya adalah sebuah istana Kerajaan Mataram Kuno.

Dan diyakini bahwa di tempat inilah seluruh pusat pemerintahan dari Kerajaan Mataram Kuno berada. Hal ini mengingat lokasinya yang berada di puncak bukit, lalu juga sangat dekat dengan banyak bangunan besar bersejarah lain di sekitarnya. dan juga satu hal yang pasti situs ini bukanlah sebuah candi walaupun di komplek Candi Boko ini ditemukan reruntuhan beberapa candi kecil. Itulah ulasan singkat mengenai sejarah candi ratu boko, semoga bermanfaat.

Indahnya Pemandangan Air Curug Nglarangan

image

Gunungkidul memang sudah tidak diragukan lagi kaya akan tempat wisata mulai dari wisata pantainya sampai ke wisata alamnya. Semua di hidangkan dengan cara yang alami, seperti wisata alam yang satu ini Curug Nglarangan, curug ini terletak di desa Nglarangan, kecamatan Gedangsari, kabupaten Gunungkidul.

Curug Nglarangan ini sangat indah, mempesona juga masih sangat alami. Tempat ini masih sangat sepi karena belum banyak orang yang mengetahui akan tempat wisata alam yang ada di sini. Gemuruh air yang jatuh dari atas batuan membuat tempat ini menyatu dengan alam jauh dari hiru pikuk dari negri ini, hijaunya perbukitan dan persawahan alam sekitar menjadikan suasana sejuk di hati, tempat ini sangat cocok sekali untuk menenangkan diri setelah kita bergulat dengan kesibukan pekerjaan kita.

Trekking untuk menuju tempat ini memang tidak mudah yang kita bayangkan, kita harus berjalan menuju tempat ini yang lumayan jauh. Setelah kita menitipkan kendaraan kita di tempat penduduk kita berlanjut dengan berjalan kaki, perjalanan di mulai dengan menyusuri sawah kemudian jika perjalanan ingin melalui darat juga bisa tetapi untuk rutenya lebih memutar, namun jika ingin menyusuri sungai juga bisa tapi kegiatan menyusur sungai terlalu banyak resiko, mungkin airnya lagi deras juga batuannya sungai licin tapi kalau pas airnya ga terlalu deras boleh anda coba. Kalau anda menyusuri sungai anda akan di suguhkan dengan batuan-batuan yang sepertinya sudah di tata alam untuk kita. Wah keren sekali tapi harus tetap hati-hati karena batuan ini licin sekali. Trekking menuju tempat ini sangat melelahkan dan disini ga ada warung makan dan minum jadi saran saya untuk membawa bekal deh karena perjalanan yang sangat menguras tenaga.

Setelah anda sampai di curug ini semua jerih payah kita akan terbayarkan dengan semua keindahan alam yang ada di tempat ini. Curug ini sangat menawan namun hati-hati ya bermain di bawah curug ini karena batuannya sangat licin sekali.

Akses
Dari kota jojakarta jaraknya kurang lebih 40km, rute yang paling tepat melalui klaten.

Yogyakarta > klaten > pertigaan wedi keselatan > kec. Wedi > Gunungkidul > kec. Gedangsari > SMPN 2 gedangsari > nah anda boleh bertanya kepada warga jika anda sudah melihat aliran sungai di sekitaran SMPN 2 gedangsari ini.