Big Daya Mulia Have Story

Which way “in Jogja and want a typical culinary Jogja satay klathak what is old school food Jogja ,,,, or want culinary night, please contact us big trans noble power to bring you to enjoy culinary
Mobile +6287839047118
Phone (0274) 280 1946

Iklan

Menikmati KeIndahan Pantai Nampu


Pantai Nampu merupakan pantai paling populer di Wonogiri, jadi bagi kamu pecinta wisata pantai, tidak adil rasanya ketika berkunjung ke Wonogiri namun tidak mampir ke Pantai Nampu. Selain menawarkan pemandangan yang sangat indah, wisata Wonogiri satu ini juga terbilang cukup unik lho. Sebenarnya Pantai Nampu terdiri dari 3 pantai yang terpisahkan oleh bukit karst, dari ketiga pantai ini, pantai utama merupakan lokasi favorit yang sering dikunjungi wisatawan. Bukan tanpa alasan, selain aksesnya paling mudah, pemandangan yang ditawarkan di Pantai Nampu bagian utama juga sangat indah. Pantai Nampu bagian utama ini adalah yang memiliki garis pantai paling panjang. Sedangkan untuk menuju ke bagian pantai lainnya kita harus trekking melalui jalan setapak terlebih dahulu untuk sampai di lokasi. Pantai Nampu memiliki ombak yang cukup besar, sehingga sedikit berbahaya jika kita ingin berenang, agar lebih aman cukup bermain di pinggir pantai saja ya. Walaupun begitu, kita tetap bisa menikmati jernihnya air laut di Pantai Nampu kok.

Pantai Nampu Wonogiri tak hanya menawarkan keindahan alam saja, di objek wisata satu ini kita juga bisa melihat indahnya sunrise dan sunset lho. sunset di pantai nampu. foto Jadi apabila kamu mencari spot untuk melihat sunrise atau sunset di Wonogiri, Pantai Nampu salah satu lokasi keren yang tak boleh kamu lewatkan. Semakin populernya Pantai Nampu, kini sudah mulai dibangun berbagai fasilitas penunjang yang kian memanjakan pengunjung. Setelah puas berkeliling, kamu bisa beristirahat di warung-warung atau gazebo pinggir pantai sambil menikmati es kelapa muda. Sejarah Pantai Nampu Wonogiri Menurut informasi dari masyarakat sekitar, awalnya tanah di daerah Pantai Nampu hingga Pantai Sembukan merupakan miliki masyarakat setempat. Tapi pada tahun 1979 terjadi pembelian tanah besar-besaran oleh Perusahaan Batik Keris dengan cara paksa dan tanpa adanya tawar menawar. Agar terlaksananya pembelian tersebut, aparat keamaan pada masa itu ikut andil membantu dengan menyebarkan isu kalau tanah tersebut dibeli Pemerintah. Hingga akhirnya pada saat pembayaran, terungkaplah jika ternyata tanah di Pantai Nampu hingga Pantai Sembukan bukan dibeli Pemerintah, melainkan Perusahaan Batik Keris. pemandangan pantai nampu dari kejauhan. Dibalik sejarahnya yang kurang menyenangkan bagi masyarakat sekitar, ternyata kini Pantai Nampu malah menjadi salah satu icon wisata.

Curug Sewu, Air Terjun Tertinggi yang Indah di Jawa Tengah,

image

Wisata JatengCurug Sewu, Air Terjun Tertinggi di Jawa Tengah, Berada di Kabupaten Kendal

image

Wisatawan mengabadikan air terjun Curug Sewu menggunakan kamera ponsel dari ketinggian di tebing. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, YS Adi Nugroho

TRIBUNNEWS.COM, KENDAL – Hawa sejuk langsung menjalar di seluruh tubuh ketika kaki menginjak kawasan Curug Sewu di Kabupaten Kendal.

Kesejukan alam yang begitu kentara memang menjadi daya tarik tempat wisata alam ini.

Pengunjung mengabadikan hamparan hutan dari bibir tebing. (Tribun Jateng/Hemawan Handaka)

Curugsewu, merupakan nama desa di Kecamatan Patean, Kendal, Jateng. Posisi desa yang berada di perbukitan ikut ‘bertanggungjawab’ atas hawa sejuk ini.

Di balik perbukitan ini terdapat obyek wisata Curug (air terjun) Sewu yang dikelola Pemkab Kendal. Terdapat beberapa spot menarik yang bisa dijelajahi di tempat wisata ini.

Di antaranya, lokasi Vespa raksasa yang memiliki ketinggian 150-180 sentimeter.

Ukurannya yang cukup besar membuat pengunjung harus memanjat untuk bisa menaiki.

Saat menyisir obyek wisata ini, kita akan menemukan kebun binatang. 

Pelataran objek wisata Curug Sewu di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.  (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Berbagai hewan yang biasa hidup di hutan dapat dilihat, misalnya, gajah, buaya, orangutan, kancil, kijang, dan beberapa jenis burung.

Pertemuan antara gajah dan hewan lain dengan air terjun seolah menjadi sebuah harmoni merdu di ketinggian.

Tak hanya makhluk hidup di alam semesta. Curug Sewu juga menawarkan pesona khatulistiwa.

Hamparan hutan dan sawah yang hijau dan indah dapat dilihat dari ketinggian.

Jangan khawatir, di obyek wisata ini juga terdapat gardu pandang untuk melihat pesona alam.

Atau, pengunjung dapat melihat dari bibir bukit. Keamanan tentu sangat diperhatikan pengelola obyek wisata.

image

Di sekeliling bibir jurang telah dipasang pagar pembatas agar pengunjung merasa aman saat melihat perbukitan atau pun area pertanian.

Dan, dari bibir bukit inilah, mata wisatawan akan dimanjakan. Lembah sedalam ratusan meter pun dapat terlihat jelas.

Aliran air yang mengalir di sungai dan jatuh di tebing bukit, terlihat sangat gamblang, walau agak tertutup pepohonan.

Jika tidak puas melihat air terjun setinggi 45 meter ini dari ketinggian, Anda bisa berjalan turun ke kaki bukit.

Gemericik air dari kejauhan akan mengiringi langkah kita saat menuruni anak tangga yang tersedia.

Tak hanya satu air terjun. Ada tiga air terjun di kawasan ini. Air terjun kedua berketinggian 15 meter. Sedangkan air terjun ketiga memiliki ketinggian 20 meter.

image

Dari kaki bukit, ketiga air terjun itu terlihat seperti anak tangga. Itu sebabnya, Curug Sewu disebut-sebut sebagai air terjun tertinggi di Jawa Tengah.

Saat perut lapar seusai menjelajahi tempat ini, Anda bisa mampir ke warung-warung makan yang berjajar rapi di satu sudut kawasan Curug Sewu.

Beberapa menu makanan pun bisa dipilih, mulai bakso, mi rebus, juga nasi beserta lauk yang disukai.

Curug Sewu berjarak sekitar 40 km ke selatan dari kota Kendal.

Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, ada dua alternatif jalur yang bisa ditempuh, jalur Weleri-Sukorejo untuk Anda yang berkendara dari Kendal sisi barat, serta Boja-Paten untuk Anda yang berkendara dari arah timur.

Kondisi jalan berkelok-kelok tak akan terlalu melelahkan lantaran jalanan sudah beraspal mulus dan pemandangan di sepanjang perjalanan cukup asri.

Jika memilih kendaraan pribadi, Anda yang dari Semarang bisa naik bus jurusan Sukorejo, melewati Mijen, Boja. Selanjutnya, dari Sukorejo, naik angkot atau ojek ke Curug Sewu sekitar 7 km perjalanan.